Jumat, 19 April 2013

KEJADIAN LANGKA DI SEKITAR PAMOKSAN “SRI AJI JAYABAYA”


KEJADIAN LANGKA
DI SEKITAR PAMOKSAN “SRI AJI JAYABAYA”

Kediri: Hujan disertai angin putting beliung senin sore 15 Arpil 2013 telah memporak-porandakan tanaman besar berupa pohon beringin yang ada di sejumlah lokasi Sendang Tirta Kamandanu dan Pamoksan Sri Aji Jayabaya.
Hujan yang terjadi mulai jam 16:00 sore sangat lebat disertai angina kencang yang biasa disebut putting beliung sangat diluar dugaan dari Mbah Suratin, Juru Kunci Sendang Tirta Kamandanu.
“Selama ini tidak pernah terjadi hujan atau bencana apapun yang merusak, tanaman ataupun pepohononan yang ada di sekitar Sendang Tirta Kamandanu, meskipun mungkin bencana itu telah merusak apapun di luar Sendang maupun di luar Pamoksan” tutur mbah Ratin yang telah menjadi juru kunci selama lebih dari 30 tahun.
“Kejadian itu sangat mengerikan, saya berusaha menyelamatkan peralatan yang ada disekitar Sendang, namun karena kuatnya tiupan angin dan hujan, saya lari ke gerbang Sendang yang kokoh karena terbuat dari batu. Namun karena hujan angin yang sangat hebat saya terasa akan “kabur” terbang tertiup angin, maka saya berusaha mencari tiang bendera yang terbuat dari besi untuk pegangan.” Mbah Ratin menceritakan dengan terengah engah karena tegangnya kejadian saat itu.
“Ketika berpegangan pada tiang besi bendera, ternyata tiang itupun patah dan terbelah jadi 3 bagian, saya terpelanting dan melarikan diri ke arah timur (depan halaman) sendang.” tambahnya dengan terlihat sedih.
Kerusakan yang terjadi akibat hujan disertai angin puting beliung, menurut Mbah Suratin, diantaranya:
1.     Pohon beringin di sisi kanan dan kiri Sendang Tirta Kamandanu.
2.     Pohon sukun patah cabangnya di dalam Sendang Tirta Kamandanu.
3.     Tiang Besi bendera merah putih patah menjadi 3 bagian.
4.     Tali dan bendera merah putih tersangkut di gapura.
5.     Pohon beringin yang ada di sisi kanan depan Pamoksan Sri Aji Jayabaya.
6.     Pohon pohon yang ada di luar Sendang Tirta Kamandanu dan Pamoksan yang menimpa rumah masyarakat sekitarnya khususnya desa Menang Kecamatan Pagu Kabupaten Kediri.
Hal yang sangat langka inilah yang menjadikan Mbah Suratin Sedih. Ketika ditanya apa yang akan terjadi dengan kejadian ini, mbah Suratin mengatakan: “Ini merupakan perlambang bagi orang Jawa, ini merupakan gambaran dari polah tingkah (perilaku) manusia itu sendiri saat  ini.”
“Namun demikian, sesuatu yang negatif akan terjadi tetapi entah apa, saya tidak tahu” kata mbah Suratin dengan tegas.
Ketika ditanya sesuatu negatif apa, mbah Suratin enggan menjabarkannya. “Namun kita diharapkan tetap eling marang Gusti dan waspada, ini pertanda alam yang perlu kita cermati.” Pesan Mbah Suratin. (KISS-News)
Wawancara dilakukan tgl 16 April 2013 pukul 10:00 pagi langsung dari lokasi kejadian.
Foto – foto:







Lihat video di YOUTUBE:
Pertanda Buruk dari Pamoksan Sri Aji Jayabaya


RARE OCCURRENCE
AROUND MOKSA SITE OF "SRI AJI jayabaya"

Kediri: Rain with a whirlwind wind Monday afternoon 15 Arpil 2013 has devastated large plants such as banyan tree in a number of locations and Pamoksan Spring Tirta Kamandanu Sri Aji Jayabaya.
Rain which started at 16:00 pm accompanied by high winds heavy commonly called “Putting Beliung” very unexpected whirlwind of Mbah Suratin, Guard-keeper of  Spring Tirta Kamandanu.
"As long as this never happens rain or any destructive disasters, or existing plants around Spring Tirta Kamandanu, despite the disaster may have damaged any outside Spring and outside Pamoksan" said Mbah Ratin which has become a caretaker for more than 30 years.
"It was so terrible, I tried to save the equipment  around the Spring, but due to strong winds and rain, I ran to the solid gate Sendang  because it is made of stone. However, because the winds were so intense rain I felt would "run away" fly in the wind, so I tried to look for the flag pole is made of steel for the handle. "Mbah Ratin tells the panting because of the tension in the incident at the time.
"When holding the iron flag pole, it turns out that too broken pole and split into 3 sections, I bounced and fled to the east (front page) spring." He added with a sad look.
Damage due to rains accompanied by a tornado, according to Mbah Suratin, including:

1. Banyan trees on the right and left Spring Tirta Kamandanu.
2. Breadfruit tree branches broken in the Spring Tirta Kamandanu.
3. Iron flag pole broken into 3 parts.
4. Rope and flag stuck in the gate.
5. Banyan tree that is in front of the right side of Sri Aji Pamoksan Jayabaya.
6. Existing trees outside Spring Tirta Kamandanu and Pamoksan that befell the surrounding communities especially rural area Menang Village, Pagu District, Kediri Regency.

It is a very rare moment what makes Mbah Suratin Sad. When asked what would happen with this incident, Mbah Suratin  said: "It is a symbol for the Javanese people, this is a picture of the doings of behavior (attitude) the man himself this time."
"Nevertheless, something negative will happen but what it is, I do not know" said Mbah Suratin firmly.
When asked what negative things, Mbah Suratin reluctantly said but advised. "But we are expected to remain mindful and vigilant to God “Gusti”, that is a sign from the mother nature that we need to look into carefully." Message Mbah Suratin. (KISS-News)

Interviews were conducted date 16 April 2013 at 10:00 am directly from the scene.

View video:
  ILL-OMENS FROM Pamoksan Sri Aji Jayabaya
 



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar