Jumat, 25 Juni 2021

Sastra Jendra Ilmu Pengendali Knowing the Self MENGENAL DIRI

 

Sastra Jendra

Ilmu Pengendali

Knowing the Self 
MENGENAL DIRI

© Copyright by KISS June 2010

Title: SASTRA JENDRA Ilmu Pengendali Knowing The Self Mengenal Diri

 

Writer                 : Achmad Baihaqi, M.Sc.

Lay-outer            : Vanity Cover  

Designer             : Jocelyne

 

Book size            : 16 x 21 Cm

 

First Edition, January 2009

Second Edition, June 2010 (Revised)

 

BAIHAQI, Achmad

Sastra Jendra – Ilmu Pengendali Knowing The Self Mengenal Diri

Kediri International Schools, Research & Development Dept Kediri – East Java – Indonesia, 2010 xii + 237 pages Illustration 21 Cm. Bibliography: Page 235

 

ISBN

 

 

 

Any reproduction for sale without early permission is prohibited

Published and distributed by:

Centre for Applied International Language Education

“KEDIRI INTERNATIONAL SCHOOLS”

Wisma Podo Moro A3 no 1 Sukorame – Kediri

East Java – Indonesia

Cellular Phone: 08563482742

 

 

 Acknowledgement

I am very much grateful to Forum Aku Cinta Indonesia (FACI) Non Governmental Organization in supporting this book, especially to Mr. Moh. Agus Hasanuddin,S.Ag. S.Pdi. who has given facilities and aids to complete this book, and Eyang Unggul Bawono, the adviser of FACI for the first edition.

I also would like to appreciate all my beloved family, especially wife and daughters, Nia and Mada for their encouragements in completing this book in two-month writing.

Finally, I would like to express my gratitude to all of my friends who I cannot mention them all one by one.

 

Kediri, Jan 2009 Author,

 Acknowledgement

In this second edition, I would like to appreciate to all of the readers, who have given such a positive responses for the contents of the book. They admit that this book has given much inspiration and new horizons of broadminded knowledge for readers in comprehending the Javanese cultures and traditions.

Thanks so much the positive responses, please accept my gratitude to all readers that I cannot mention in details.

May this book still give much more knowledge and useful information for the better life in this archipelago “Nusantara”.

 

Kediri, June 2010 Regards,

 

 

Kata Pengantar

Budaya Jawa pranataning uripe wong Jawa nuju kasampuraning jalma manungsa. Pranatan iki tegese pangerten lan cara. Pangerten bab urip nuduhake sapa sejatinging manungsa iku, jejer lan kewajibane. Dene cara nuduhake pakeming tumindak ing purwa, madya lan wusana ning kahanan. Uripe wong Jawa tansah njaga larasing swasana. Dadi kabeh perangane urip kaya ta pribadine dhewe, liyan, alam lan apa wae sing ana sakliyane dheweke kudu isa nampa lan nyengkuyung budine sing nuju marang kasampurnaning urip.

Wong Jawa iku nduwé watek utawa karakter sing sumberé saka kahanan "slamet", dadi kabèh sing dilakoni kudu nglairake kahanan sing sarwa slamet. Kahanan iki mung bisa digayuh yèn kabèh pasangan (urip mati, lanang wadon, awan bengi lan liya-liyané) bisa harmonis. Kanggo njaga kahanan bèn tetep harmonis, wong Jawa kudu bisa ngoncati masalah sing bisa ngganggu kaharmonisan lan uga kudu isa isa ngatasi masalah kanggo mbalèkaké kaharmonisan sing wis keganggu. Tujuan pungkasan urip harmonis iku kanggo nggayuh cita-cita utama wong Jawa yaiku manunggaling kawula lan Gusti. Tujuan iki bisa digayuh yèn wong Jawa bisa dadi menungsa sing utuh utawa dadi Aji saka liwat ajaran Kalimasada.

Dalam penulisan buku SastraJendra – Ilmu Pengendali, Knowing the Self Mengenal Diri ini penulis banyak menekankan pentingnya memahami budaya asli nusantara khususnya Jawa dari perspektif filosofi hidup manusia Jawa melalui ungkapan kata sehari – hari orang Jawa, seperti Ojo Dumeh, Andap Asor, Sepi ing Pamrih dan sebagainya.

Banyak sering terjadinya kesalahpahaman dari jaman dulu hingga sekarang bahkan masa yang akan datang dalam memaknai sesuatu karena perbedaan dari konsep yang dimiliki oleh masing – masing manusia. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan konsep?

Konsep adalah Suatu pendapat, ide, pikiran, dan prinsip pemahaman berdasarkan dalil atau argumen yang dimiliki untuk menguatkan idenya. Apapun yang ada dijagad raya ini adalah konsep. Manusia adalah konsep, hewan

adalah konsep, tumbuhan adalah konsep, alam adalah konsep. Karena semua itu tercipta berasal dari olah pikir manusia, pikiran manusia. Dan yang sering membuat hancurnya dunia ini karena perbedaan konsep saja. Misal: dalam agama terjadi perang konsep manusia bertuhan dan manusia yang tidak percaya tuhan. Sehingga kalau kita sadar semua apa yang diucapkan, dituliskan oleh manusia akan menimbulkan keragaman pendapat dan perdebatan sesuai dengan kapasitas otak orang yang memahami suatu konsep itu.

Maka adanya isme – isme (aliran) semua itu karena konsep saja. Anda punya konsep juga dipersalahkan. Anda tidak punya konsep juga dipersalahkan, anda tidak terikat pada satu konsep saja juga dipersalahkan. Atau ungkapan lainnya, anda Bicara salah, Anda Diam, salah, and tidak bicara dan tidak diam adalah salah. Karena itu semua hasil dari pikiran yang menciptakannya.

MENGENAL DIRI merupakan langkah awal untuk memahami makna, arti dan simbol dalam kehidupan ini. Keberadaan kehidupan antara manusia dan makhluk lain yang ada di alam semesta ini merupakan perwujudan dari Existence of the Creator and His Creation (Tuhan & Ciptaan- Nya).

Dalam buku Sastrojendro – Ilmu Pengendali (Knowing the Self – Mengenal Diri) mengungkapkan bagaimana perilaku manusia dalam usaha mencari jati dirinya. Dalam pencariannya dari segala penjuru ilmu pengetahuan dipakai untuk membantu memahami Jati Diri, sehingga berbagai pendapat atau pandangan digunakan antara lain:

·         Pandangan Religius

·         Pandangan Filsafat Jawa

·         Pandangan 4 pilar utama

·         Pandangan ilmu pengetahuan yang ada di jagad raya ini.


Yang intinya adalah Mengenal Diri akan dapat menumbuhkan Kesadaran Murni untuk menciptakan budi pekerti luhur bagi para generasi muda, taruna muda, satria nusantara dalam hidup bermasyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga Bangsa Indonesia bisa menjadi Bangsa yang besar dan berwibawa serta menjadi Tuan

Rumah (majikan) di negerinya sendiri bukan menjadi bangsa budak (buruh) yang selalu menurut dengan segala aturan serta ideologi dari manca negara yang telah dimasukkan kedalam segi – segi pendidikan budaya, seni, agama dan sosial, ekonomi dalam kehidupan di masyarakat yang sistimatis dan berujung pada perpecahan dalam diri bangsa ini.

Maka Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan hidup bangsa ini harus diterapkan dan diamalkan langsung di kehidupan nyata oleh seluruh warga negara Indonesia.

Semoga buku ini terus memberikan inspirasi kepada generasi penerus yang masih cinta dengan budaya bangsa sendiri.

 

 

Kediri, June 2010

 

 

Achmad Baihaqi, M.Sc.

 

 

Forewords

The Javanese Culture is the way of life Javanese to gain the perfection of human beings. The way of life means understanding and knowing how to apply. The understanding of life (methods) teaches who the human beings are actually and teaches what the obligations of the humans themselves have to do, while the methods teach the way of good life in the past, present and future. The way of life of Javanese people always keep a harmony with surroundings. Therefore all kinds of existences such as personal characters, other people and anything outside of the self should be accepted to nurture the human characters aimed at the perfection of living.

The Javanese people have certain characters from the secure “Slamet” situation, so that what all humans do should produce the conducive and peace as well as secure condition. The condition can be achieved when the pairs of living (such as live – dead, male – female, day and night and so on) are harmonious. To maintain the harmonious condition, the Javanese people should avoid all troubles disturbing the harmony and they should be able to recover all problems to take back the harmony. The aim of ultimate life through harmony is to achieve the main ideas of Javanese people that is the Unity between human beings and God. The goal can be obtained when the Javanese can be a wholly perfect man or to be Aji Saka (The powerful Item) through Kalimasada (the wise and compassionate deeds).

In this writing of SastraJendra – Ilmu Pengendali, Knowing the Self Mengenal Diri, the author much stresses the importance of comprehending the original cultures of Nusantara especially the Javanese cultures from philosophical viewpoints through the daily utterances such as Ojo Dumeh (Do not be too proud of….) Andap Asor (humble hospitality) Sepi ing Pamrih (No tendency in helping others) and so on.

A great number of people often find misunderstanding from the ancient ages till now even in the future to comprehend something due to the different concept of their own individually. What does a concept actually mean?

 

 

Concept is a kind of opinion, idea, thought, and principle, comprehension of certain argument to enhance the opinion or idea. Whatever exists in the universe is concept. Human is concept, fauna is concept, flora is concept, and universe is concept since all of them are created by human’s thought. And it often creates destructions to the world because of the different concept only. For instance: in religious affairs, the conceptual wars between believers and unbelievers often happen. When we are really aware that all statements are uttered verbally or written has a consequence of the variety of thoughts and causes the argumentations according to the human’s brain- capacities to understand the concept.

All isms, therefore, exist due to the different concept. You own a concept it could be wrong, you have no concept it could be wrong, you are not affiliated to a certain concept, you will be considered deadly wrong. Or in other words, you speak is wrong, you silence is wrong, you neither speak nor silence remains wrong, since all of them are results of human’s thoughts.

KNOWING THE SELF is the first step to understand implicitly and explicitly meanings and symbols of life. The existence of life among human beings and other creatures in this universe is the manifestation of Existence of the Creator and His Creation (God and His creations).

This book exposes how human beings try to search their own selves. In searching of the self, many fields of study or knowledge are used to help comprehend the real Self. Consequently, many perspectives including:

·         Religious viewpoints

·         Javanese Philosophies

·         4 main pillars

·         All sciences in the universe are adopted.

 

The main point is that Knowing the Self will at least enhance the pure awareness to create the glorious characters of mind for the young generations, young knights of Nusantara in daily life under the Unitary State of the Republic of Indonesia. Hopefully, this nation becomes the greatest and honorable nation as the  host in their own state

/nation not as the slave that always comply with all  rules as

well as ideologies from abroad which have penetrated systematically in many fields of education, cultures, arts, religions, social, economy in daily life that have threatened the unity of this nation.

Pancasila, therefore, as the state foundation and Bhinneka Tunggal Ika (Diversity in Unity) as the national motto must be applied in daily life by all citizens of Indonesia.

Hopefully, this book can give much inspiration to the youths as patriots to love sincerely their own cultures and traditions.

 

 

Kediri, June 2010

 

 

Achmad Baihaqi, M.Sc.

 

 

 

Daftar Isi:

 

Judul                                                             i


Acknowledgement – First Edition                     iii

Acknowledgement – Second Edition                 iv

Kata Pengantar                                               v

Forewords                                                      viii

Daftar Isi                                                        xi

Unit 1 Mengenal Diri                              1

Unit 2 Unsur – Unsur                               3

Unit 3 Fakta Ketidakkekalan                   6

Unit 4 Sebab Musabab                            8

Unit 5 Jalan Menuju Ketenangan             22

Unit 6 Unsur Alam                                  29

Unit 7 Pandangan Religius                      35

Unit 8 Pandangan Filsafat Jawa              42

Unit 9 Wejangan Kesempurnaan Hidup    51

Unit 10 Perilaku Manusia Nusantara        72

Unit 11 Wong Jowo Lali Jawane             95

Unit 12  Satria Nusantara Bangkit            126

Penutup        178

 

Cara meditasi                                       190

Glosarry                                                         195

Bibliografi     235

 

 

MENGENAL DIRI merupakan langkah awal untuk memahami makna, arti dan simbol dalam kehidupan ini. Keberadaan kehidupan antara manusia dan makhluk lain yang ada di alam semesta ini merupakan perwujudan dari Existence of the Creator and His Creation (Tuhan & Ciptaan-Nya).

Dalam buku Sastrojendro – Ilmu Pengendali (Knowing the Self – Mengenal Diri) mengungkapkan bagaimana perilaku manusia dalam usaha mencari jati dirinya. Dalam pencariannya dari segala penjuru ilmu pengetahuan dipakai untuk membantu memahami Jati Diri, sehingga berbagai pendapat atau pandangan digunakan antara lain:

·         Pandangan Religius

·         Pandangan Filsafat Jawa

·         Pandangan 4 pilar utama

·         Pandangan ilmu pengetahuan yang ada di jagad raya ini.

Yang intinya adalah Mengenal Diri akan dapat menumbuhkan Kesadaran Murni untuk menciptakan budi pekerti luhur bagi para generasi muda, taruna muda, satria nusantara dalam hidup bermasyarakat dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sehingga Bangsa Indonesia bisa menjadi Bangsa yang besar dan berwibawa serta menjadi Tuan Rumah (majikan) di negerinya sendiri bukan menjadi bangsa budak (buruh) yang selalu menurut dengan segala aturan serta ideologi dari manca negara yang telah dimasukkan kedalam segi – segi pendidikan budaya, seni, agama dan sosial, ekonomi dalam kehidupan di masyarakat yang sistimatis dan berujung pada perpecahan dalam diri bangsa ini.

Maka Pancasila sebagai dasar negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan hidup bangsa ini harus diterapkan dan diamalkan langsung di kehidupan nyata oleh seluruh warga negara Indonesia.

xiii

 

Semoga buku ini terus memberikan inspirasi kepada generasi penerus yang masih cinta dengan budaya bangsa sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Minggu, 29 Juli 2018

IELTS & TOEFL PREPARATION STUDY

 


WHAT IS IELTS?

The International English Language Testing System (IELTS) is the world’s most popular English language proficiency test for higher education and global migration, with over 3 million tests taken in the last year.

IELTS assesses all of your English skills — reading, writing, listening and speaking, and is designed to reflect how you will use English at study, at work, and at play, in your new life abroad.
The IELTS test is developed by some of the world’s leading experts in language assessment. It has an excellent international reputation, and is accepted by over 10,000 organisations worldwide, including schools, universities, employers, immigration authorities and professional bodies.
IELTS is the most widely accepted English language test that uses a one-on-one speaking test to assess your English communication skills. This means that you are assessed by having a real-life conversation with a real person. This is the most effective and natural way of testing your English conversation skills.

You can take IELTS Academic or IELTS General Training – depending on the organisation you are applying to and your plans for the future.
Whatever your reason for taking IELTS, make the most of your language skills.

  

Sistem Pengujian Bahasa Inggris Internasional (IELTS) adalah tes kemahiran bahasa Inggris yang paling populer di dunia untuk pendidikan tinggi dan migrasi global, dengan lebih dari 3 juta tes diambil pada tahun lalu.

IELTS menilai semua kemampuan bahasa Inggris Anda - membaca, menulis, mendengar dan berbicara, dan dirancang untuk mencerminkan bagaimana Anda akan menggunakan bahasa Inggris saat belajar, di tempat kerja, dan saat bermain, dalam kehidupan baru Anda di luar negeri.

Tes IELTS dikembangkan oleh beberapa ahli terkemuka di dunia dalam penilaian bahasa. Ini memiliki reputasi internasional yang sangat baik, dan diterima oleh lebih dari 10.000 organisasi di seluruh dunia, termasuk sekolah, universitas, perusahaan, otoritas imigrasi dan badan profesional.

IELTS adalah tes bahasa Inggris yang paling banyak diterima yang menggunakan tes berbicara satu-satu untuk menilai kemampuan komunikasi bahasa Inggris Anda. Ini berarti bahwa Anda dinilai dengan melakukan percakapan nyata dengan orang sungguhan. Ini adalah cara paling efektif dan alami untuk menguji kemampuan percakapan bahasa Inggris Anda.

Anda dapat mengikuti IELTS Academic atau IELTS General Training - tergantung pada organisasi yang Anda lamar dan rencana Anda untuk masa depan.Apa pun alasan Anda mengambil IELTS, manfaatkan kemampuan bahasa Anda.



 WHAT IS TOEFL?
The Test of English as a Foreign Language, or TOEFL, is a test which measures people’s English language skills to see if they are good enough to take a course at university or graduate school in English-speaking countries. It is for people whose native language is not English but wish to study in an international University. It measures how well a person uses listening, reading, speaking and writing skills to perform academic tasks. This test is accepted by more than 7,500 colleges, universities, and agencies in more than 130 countries; which means it is the most widely recognized English test in the world.
The format of the TOEFL test has been changed three times. The first was the PBT (paper-based TOEFL test). It tests listening, reading and grammar skills with a perfect score being 677. Some centers where computers are not available still offer this format. The second format is the CBT (computer-based TOEFL test). People are each provided with a computer to take the test. A writing section was added as well as the three sections. The level of listening and grammar skills are automatically changed depending on a person’s English level. The third change is the iBT (Internet-based test) that is being brought in around the world which measures listening, speaking, reading and writing.
There are three procedures that people are following to take the test. First it is decided where and when you are going to take the test because the format of the test could be either iBT or CBT depending on location. People need to register 2–3 months in advance to get a place. Second is registration in person, online, by phone, or through email. Online registration is most common and payment will be required to complete the registration. The cost changes depending on what kind of exam is taken.
As more universities and colleges want a TOEFL more people are wanting to do the test. In Korea in 2010, nearly 115,000 people took the test to demonstrate their ability in English. This was 20% of the total for people doing the test. It is considered as one of the ways for middle or high school students to apply for the high ranked domestic universities. By studying at such an advanced level, it could help to improve their English skills to get high scores in other English exams..


Ujian Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing, atau TOEFL, adalah tes yang mengukur kemampuan bahasa Inggris orang-orang untuk melihat apakah mereka cukup baik untuk mengambil kursus di universitas atau sekolah pascasarjana di negara-negara berbahasa Inggris. Ini untuk orang-orang yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris tetapi ingin belajar di Universitas internasional. Ini mengukur seberapa baik seseorang menggunakan keterampilan menyimak, membaca, berbicara dan menulis untuk melakukan tugas akademik. Tes ini diterima oleh lebih dari 7.500 akademi, universitas, dan lembaga di lebih dari 130 negara; yang berarti ini adalah tes bahasa Inggris yang paling dikenal di dunia.Format tes TOEFL telah diubah tiga kali. Yang pertama adalah PBT (tes TOEFL berbasis kertas). Ini tes mendengarkan, membaca dan keterampilan tata bahasa dengan skor sempurna menjadi 677. Beberapa pusat di mana komputer tidak tersedia masih menawarkan format ini. Format kedua adalah CBT (tes TOEFL berbasis komputer). Setiap orang diberikan komputer untuk mengikuti tes. Bagian penulisan ditambahkan serta tiga bagian. Tingkat keterampilan mendengarkan dan tata bahasa secara otomatis berubah tergantung pada tingkat bahasa Inggris seseorang. Perubahan ketiga adalah iBT (tes berbasis internet) yang dibawa ke seluruh dunia yang mengukur mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis.Ada tiga prosedur yang diikuti orang untuk mengikuti tes. Pertama diputuskan di mana dan kapan Anda akan mengambil tes karena format tes bisa berupa iBT atau CBT tergantung pada lokasi. Orang perlu mendaftar 2-3 bulan sebelumnya untuk mendapatkan tempat. Kedua adalah pendaftaran secara langsung, online, melalui telepon, atau melalui email. Pendaftaran online adalah yang paling umum dan pembayaran akan diperlukan untuk menyelesaikan pendaftaran. Biaya berubah tergantung pada jenis ujian apa yang diambil.Karena semakin banyak universitas dan perguruan tinggi menginginkan TOEFL, semakin banyak orang yang ingin melakukan tes. Di Korea pada tahun 2010, hampir 115.000 orang mengikuti tes untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam bahasa Inggris. Ini adalah 20% dari total untuk orang yang melakukan tes. Hal ini dianggap sebagai salah satu cara bagi siswa SMP atau SMA untuk mendaftar ke universitas negeri berperingkat tinggi. Dengan belajar pada tingkat mahir, itu bisa membantu meningkatkan kemampuan bahasa Inggris mereka untuk mendapatkan nilai tinggi dalam ujian bahasa Inggris lainnya ..

HUBUNGI KAMI SEGERA

08563492742





LIHAT:


























IELTS PREPARATION STUDY



IELTS TEST merupakan tuntutan untuk menunjang Study dan Karier Anda.

Dibutuhkan cara belajar Efektif dan cepat untuk mendapatkan nilai maksimal.

SEGERA HUB

KEDIRI INTERNATIONAL SCHOOLS

atau

Call: 08563482742

We are committed to serve you better






TOEFL PREPARATION STUDY





TOEFL Test merupakan persyaratan yang dibutuhkan untuk peningkatan study ato promosi karier anda.

Belajar Cepat Efektf sangat dibutuhkan
SEGERA HUB

Kediri International Schools

Ato Hub:

08563482742

Motto:
We're commited to serve you better










Senin, 24 Juli 2017

GAMELAN MADU LARAS JATIREJO LOCERET NGANJUK

Senin, 24 Juli 2017


GAMELAN MADU LARAS NGANJUK

GAMELAN



Bapak Karyadi ditengah hasil karyanya produksi Gamelan, Madu Laras, Jatirejo Loceret Nganjuk

PENGRAJIN GAMELAN
"MADU LARAS"
NO SIUP: 511.3/2933/411.306/2013

Menerima Pesanan dan Perbaikan Gamelan Jawa
Laras Pelok , Slendro dan Diatonis beserta ancak / tempat dengan ukir biasa / timbul
Per biji ataupun Per Set

HUBUNGI:
Bpk Karyadi / Bpk Pardjono
No. HP : 085655749199
082234310871
0358-325585

see:

http://gamelanmadularas.blogspot.co.id/2017/07/gamelan-madu-laras-nganjuk.html



Gamelan adalah ensembel musik yang biasanya menonjolkan metalofon, gambang, gendang, dan gong. Istilah gamelan merujuk pada instrumennya / alatnya, yang mana merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama. Kata Gamelan sendiri berasal dari bahasa Jawa gamel yang berarti memukul / menabuh, diikuti akhiran an yang menjadikannya kata benda. Orkes gamelan kebanyakan terdapat di pulau Jawa, Madura, Bali, dan Lombok di Indonesia dalam berbagai jenis ukuran dan bentuk ensembel. Di Bali dan Lombok saat ini, dan di Jawa lewat abad ke-18, istilah gong lebih dianggap sinonim dengan gamelan.
Kemunculan gamelan didahului dengan budaya Hindu-Budha yang mendominasi Indonesia pada awal masa pencatatan sejarah, yang juga mewakili seni asli indonesia. Instrumennya dikembangkan hingga bentuknya sampai seperti sekarang ini pada zaman Kerajaan Majapahit. Dalam perbedaannya dengan musik India, satu-satunya dampak ke-India-an dalam musik gamelan adalah bagaimana cara menyanikannya. Dalam mitologi Jawa, gamelan dicipatakan oleh Sang Hyang Guru pada Era Saka, dewa yang menguasai seluruh tanah Jawa, dengan istana di gunung Mahendra di Medangkamulan (sekarang Gunung Lawu). Sang Hyang Guru pertama-tama menciptakan gong untuk memanggil para dewa. Untuk pesan yang lebih spesifik kemudian menciptakan dua gong, lalu akhirnya terbentuk set gamelan.[butuh rujukan]
Gambaran tentang alat musik ensembel pertama ditemukan di Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah, yang telah berdiri sejak abad ke-8. Alat musik semisal suling bambu, lonceng, kendhang dalam berbagai ukuran, kecapi, alat musik berdawai yang digesek dan dipetik, ditemukan dalam relief tersebut. Namun, sedikit ditemukan elemen alat musik logamnya. Bagaimanapun, relief tentang alat musik tersebut dikatakan sebagai asal mula gamelan.
Penalaan dan pembuatan orkes gamelan adalah suatu proses yang kompleks. Gamelan menggunakan empat cara penalaan, yaitu sléndro, pélog, degung (khusus daerah Sunda, atau Jawa Barat), dan madenda (juga dikenal sebagai diatonis, sama seperti skala minor asli yang banyak dipakai di Eropa.
Musik Gamelan merupakan gabungan pengaruh seni luar negeri yang beraneka ragam. Kaitan not nada dari Cina, instrumen musik dari Asia Tenggara, drum band dan gerakkan musik dari India, bowed string dari daerah Timur Tengah, bahkan style militer Eropa yang kita dengar pada musik tradisional Jawa dan Bali sekarang ini.
Interaksi komponen yang sarat dengan melodi, irama dan warna suara mempertahankan kejayaan musik orkes gamelan Bali. Pilar-pilar musik ini menyatukan berbagai karakter komunitas pedesaan Bali yang menjadi tatanan musik khas yang merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Namun saat ini gamelan masih digunakan pada acara-acara resmi seperti pernikahan, syukuran, dan lain-lain. tetapi pada saat ini, gamelan hanya digunakan mayoritas masyarakat Jawa, khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur dan D. I. Yogyakarta.



Sumber:

see:

http://gamelanmadularas.blogspot.co.id/2017/07/gamelan-madu-laras-nganjuk.html






Gamelan (/ˈɡæməlæn/[1]) is the traditional ensemble music of Java and Bali in Indonesia, made up predominantly of percussive instruments. The most common instruments used are metallophones played by mallets and a set of hand-played drums called kendhang which register the beat. Other instruments include xylophones, bamboo flutes, a bowed instrument called a rebab, and even vocalists called sindhen.[2]
Although the popularity of gamelan has declined since the introduction of pop music, gamelan is still commonly played on formal occasions and in many traditional Indonesian ceremonies. For most Indonesians, gamelan is an integral part of Indonesian culture.[3]






The word gamelan comes from the low Javanese word gamel, which may refer to a type of mallet used to strike instruments or the act of striking with a mallet.[2][4] The term karawitan refers to classical gamelan music and performance practice, and comes from the word rawit, meaning 'intricate' or 'finely worked'.[4] The word derives from the Javanese word of Sanskrit origin, rawit, which refers to the sense of smoothness and elegance idealized in Javanese music. Another word from this root, pangrawit, means a person with such sense, and is used as an honorific when discussing esteemed gamelan musicians. The high Javanese word for gamelan is gangsa, formed either from the words tembaga and rejasa referring to the materials used in bronze gamelan construction (copper and tin), or tiga and sedasa referring to their proportions (three and ten).[5]



Source:

see:

http://gamelanmadularas.blogspot.co.id/2017/07/gamelan-madu-laras-nganjuk.html








GAMELAN MADU LARAS NGANJUK

GAMELAN Bapak Karyadi ditengah hasil karyanya produksi Gamelan, Madu Laras, Jatirejo Loceret Nganjuk PENGRAJIN GAMELAN "MADU ...
GAMELAN Bapak Karyadi ditengah hasil karyanya produksi Gamelan, Madu Laras, Jatirejo Loceret Nganjuk PENGRAJIN GAMELAN "MADU ...